Kontemplasi
Maret 8, 2008 at 8:04 am | In Self improvement | Leave a CommentTentang aku…
“Aku adalah pendamping setiamu. Akulah penolong terbesarmu atau beban terbesarmu. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu gagal. Aku sepenuhnya takluk kepada perintahmu. Separuh hal yang engkau perbuat sebaiknya engkau serahkan saja padaku maka aku akan melaksanakannya dengan cepat dan tepat. Aku mudah diatur, yang penting engkau tegas terhadapku.tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau mau sesuatu itu dilaksanakan maka setelah beberapa pelajaran akan aku laksanakan itu dengan otomatis”.
“Aku hamba semua orang besar ;dan sayangnya, juga hamba semua pecundang. Mereka-mereka yang besar, telah kujadikan besar. Mereka-mereka yang pecundang, juga telah aku jadikan pecundang. Aku bukanlah mesin, walaupun aku bekerja dengan tingkat presisi mesin ditambah dengan intelejensi manusia. Engkau bisa memanfaatkan aku demi keuntungan atau demi kehancuran, tidak ada bedanya bagiku. Ambilah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka dunia akan kuletakkan di bawah kakimu. Bersikap toleranlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu. Siapakah aku ???! aku adalah KEBIASAAN”
Tulisan ini saya dapat waktu baca buku di Perpus Malang, Lupa judul Buku n Pengarangnya (ups sori)
.
Memang harus kita latih semua behavior dan ubah menjadi lebih baik. Seperti yang di Firman-kan Tuhan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum,kecuali makhluk itu sendiri yang mengubahnya. Di dunia ini berlaku hukum sebab akibat, dan seseorang itu bebas memilih ingin menjadi orang yang baik atau jahat. Tetapi sebagian dari mereka unconscious(tidak sadar) terhadap kebiasaan kurang baik berulang di keseharian mereka.
Salah satu contoh : kebiasaan merokok, ada orang tua yang sampai tega membiarkan anaknya kurang gizi tetapi orang tuanya adalah perokok berat. Dan itu terjadi di negara ini. Kalupun ada yang kaya yang merokok, itu emang urusan mereka mau merokok apa tidak..tetapi mengapa mereka menjadi egois, bukan hanya meracuni diri sendiri tetapi berbagi racun dengan orang sekitarnya.
Saya dulu termasuk perokok berat, sampai – sampai dalam perkumpulan, saya adalah “juara”-nya alias saya yang paling ngebes dalam bahasa Jawa-nya. Tetapi suatu saat terlintas dalam pikiran saya mengapa mesti merokok?? saat itu banyak terlintas jawaban -jawaban yang terkesan membenarkan kebiasaan merokok saya, padahal itu hanya pembenaran atas kesalahan dalam mindset yang keliru. Pembenaran karena sudah dikuasai hawa nafsu bukan akal sehat.
Akhirnya pada awal tahun 2004 saya memutuskan merokok tanpa menunda karena keinginan berdasarkan kontemplasi selama 2 tahun merencanakan berhenti merokok. Saya ingin mengajak para perokok untuk meninggalkan rokok mereka karena banyak kerugian yang didapat. Mungkin ada atau banyak yang bilang susah, tetapi bukan hal yang susah jika memang sudah di-niat-kan. Come on guys its time to change our manner to be healthy and stop polution for our good future.
No Comments Yet »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.