Tips berhenti merokok

Maret 8, 2008 at 8:06 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Tips “memberhentikan” diri merokok.

 

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman pribadi saat menjadi perokok berat sampai berhenti total sampai sekarang. Dulu saya sempat berpikir bahwa merokok merupakan “pelarian” yang bisa diandalkan saat suntuk,stress ataupun teman sejati saat sendiri.Memang saya akui saat itu bisa tenang dengan menghisap rokok,meski ketenangan itu tidak bertahan lama. Toh sekarang tanpa rokok pun saya dapat lebih tenang .

1. Adanya keinginan yang sangat kuat.

Mungin terdengar klise, tetapi itu mutlak diperlukan karena tanpa adanya keinginan, buat apa berhenti?

2. Menyadari bahaya merokok,rokok=racun.

Sadar!,kita memang harus sadar tentang pentingnya kesehatan kita. Karena sehat adalah nikmat terbesar yang diberikan Tuhan. Kesehatan adalah amanah. Tubuh ini titipan dari Tuhan untuk kita rawat bukannya malah kita rusak dengan racun

3. Pertimbangkan untung dan ruginya secara finansial.

Dengan berpikir secara sehat tentang manfaat dan kerugian yang didapat.berapa rupiah yang bisa kita hemat.

Misal : 1 bungkus rokok Rp. 6000 x 30 = 180.000 perbulan x 12 = 2.160.000 per tahun itupun kalau 1 hari 1 bungkus, Saya dulu 1 harinya 2-3 bungkus. Bagi anda yang kaya, coba pikirkan betapa bermanfaatnya uang yang kita sumbangkan kepada saudara ataupun orang – orang miskin disekitar kita.

4. Jauhi orang yang merokok.

Saya dulu sempat membatasi waktu ketemu teman-teman maksimal 1jam selama 2 bulan. Saat keinginan merokok itu datang,saya berpamitan pulang.Intinya jangan sampai keinginan merokok itu ada lagi.Dan biasanya mereka adalah “setan” yang membuat kita merokok lagi

5. Ganti dengan permen mint

Saya menghabiskan 2 kotak permen mint per hari, karena pada awalnya memang berat meninggalkan asap dan menggantinya dengan permen. Tapi itu Cuma masalah kebisaan saja. Cara ini menurut saya cukup efektif. Karena banyak orang yang berhasil menggunakan cara ini.

Sekian tips –tips yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat.

 

Kontemplasi

Maret 8, 2008 at 8:04 am | In Self improvement | Leave a Comment

Tentang aku…

“Aku adalah pendamping setiamu. Akulah penolong terbesarmu atau beban terbesarmu. Aku akan mendorongmu maju atau menyeretmu gagal. Aku sepenuhnya takluk kepada perintahmu. Separuh hal yang engkau perbuat sebaiknya engkau serahkan saja padaku maka aku akan melaksanakannya dengan cepat dan tepat. Aku mudah diatur, yang penting engkau tegas terhadapku.tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau mau sesuatu itu dilaksanakan maka setelah beberapa pelajaran akan aku laksanakan itu dengan otomatis”.

“Aku hamba semua orang besar ;dan sayangnya, juga hamba semua pecundang. Mereka-mereka yang besar, telah kujadikan besar. Mereka-mereka yang pecundang, juga telah aku jadikan pecundang. Aku bukanlah mesin, walaupun aku bekerja dengan tingkat presisi mesin ditambah dengan intelejensi manusia. Engkau bisa memanfaatkan aku demi keuntungan atau demi kehancuran, tidak ada bedanya bagiku. Ambilah aku, latihlah aku, tegaslah terhadapku, maka dunia akan kuletakkan di bawah kakimu. Bersikap toleranlah terhadapku maka aku akan menghancurkanmu. Siapakah aku ???! aku adalah KEBIASAAN”

Tulisan ini saya dapat waktu baca buku di Perpus Malang, Lupa judul Buku n Pengarangnya (ups sori) :) .

Memang harus kita latih semua behavior dan ubah menjadi lebih baik. Seperti yang di Firman-kan Tuhan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum,kecuali makhluk itu sendiri yang mengubahnya. Di dunia ini berlaku hukum sebab akibat, dan seseorang itu bebas memilih ingin menjadi orang yang baik atau jahat. Tetapi sebagian dari mereka unconscious(tidak sadar) terhadap kebiasaan kurang baik berulang di keseharian mereka.

Salah satu contoh : kebiasaan merokok, ada orang tua yang sampai tega membiarkan anaknya kurang gizi tetapi orang tuanya adalah perokok berat. Dan itu terjadi di negara ini. Kalupun ada yang kaya yang merokok, itu emang urusan mereka mau merokok apa tidak..tetapi mengapa mereka menjadi egois, bukan hanya meracuni diri sendiri tetapi berbagi racun dengan orang sekitarnya.

Saya dulu termasuk perokok berat, sampai – sampai dalam perkumpulan, saya adalah “juara”-nya alias saya yang paling ngebes dalam bahasa Jawa-nya. Tetapi suatu saat terlintas dalam pikiran saya mengapa mesti merokok?? saat itu banyak terlintas jawaban -jawaban yang terkesan membenarkan kebiasaan merokok saya, padahal itu hanya pembenaran atas kesalahan dalam mindset yang keliru. Pembenaran karena sudah dikuasai hawa nafsu bukan akal sehat.

Akhirnya pada awal tahun 2004 saya memutuskan merokok tanpa menunda karena keinginan berdasarkan kontemplasi selama 2 tahun merencanakan berhenti merokok. Saya ingin mengajak para perokok untuk meninggalkan rokok mereka karena banyak kerugian yang didapat. Mungkin ada atau banyak yang bilang susah, tetapi bukan hal yang susah jika memang sudah di-niat-kan. Come on guys its time to change our manner to be healthy and stop polution for our good future.

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.